Monday, February 16, 2026

Pertemuan yang tak pernah ku harapkan

Pertemuan yang tak pernah ku harapkan

 

Hari ini, aku tak sengaja melihatmu sedang duduk Bersama teman-temanmu di kafe dekat kampus. Aku datang lebih awal. Aku setengah bersembunyi di balik dinding berusaha agar tak terlihat olehmu. Aku hanya tidak ingin ada kecanggungan. Setelah perpisahan itu, aku selalu berharap kita tidak pernah dipertemukan lagi dalam kondisi apapun. Meski kita berada di satu kampus yang sama, aku selalu berharap agar tidak ada waktu ataupun tempat yang mempertemukan kita. Ternyata kampus kita rasanya sangat sempit.

Kamu terlihat sangat bahagia berbincang dengan teman-temanmu. Sesekali kamu meminum es kopi yang sudah kamu pesan. Aku duduk sendirian di pojok kafe ini. Memperhatikan setiap gerak-gerikmu sedari kamu datang. Sebenarnya aku ingin segera beranjak, namun jalan keluar tepat di depan tempat kamu duduk. Jadi aku memilih tinggal lebih lama dan memesan satu lagi jus alpukat untuk menemaniku menghabiskan waktu di sana. Aku juga mencoba membuka judul makalah untuk bahan presentasiku besok, namun tetap saja pikiranku terganggu olehmu.

Masih teringat jelas betapa teganya kamu menyakiti perasaanku. Tepat satu tahun kita Bersama, ternyata kamu malah menjalin hubungan dengan wanita lain. Aku memang tidak melihat secara langsung, tapi temanku memiliki foto kalian berdua. Ternyata perasaan kamu cepat sekali berubah. Padahal di awal sudah ku katakan, jika kamu memang sudah bosan denganku, katakan. Lebih baik kita berpisah daripada memaksakan perasaan. Bukan malah menjalin hubungan dengan Wanita lain saat masih denganku. Aku tidak keberatan jika memang aku bukan lagi menjadi alasan kamu bahagia. Tapi aku benci jika harus menjadi satu dari dua Wanita yang kamu cintai. Aku tidak bisa dan tidak mau.

Aku hanya ingin menjadi satu-satunya yang dicintai. Bukan menjadi salah satunya. Aku tidak ingin cintaku terbagi. Aku tidak takut jika harus melepaskan seseorang yang lebih bahagia tanpaku. Mungkin aku bukanlah orang yang diinginkan. Jadi untuk apa aku bertahan untuk seseorang yang tidak sungguh-sungguh menginginkan aku. Aku terlalu berharga untuk seseorang yang tidak tahu akan nilaiku.

Semoga apa yang kamu cari segera bisa kamu dapatkan. Dan pesanku satu, bersyukurlah selalu dengan apa yang kamu miliki karena boleh jadi apa yang kamu miliki adalah apa yang orang lain inginkan.

No comments:

Post a Comment

terimakasih telah berkunjung ke blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya sahabat :)