Wednesday, January 7, 2026

Kemana arahnya

 Aku pernah terlalu berharap pada seseorang yang datang

Padahal ia hanya berniat untuk berteman

Tidak ada ucapan suka, bahkan cinta

Ia hanya selalu mengirim pesan padaku setiap harinya

Ia selalu memperhatikan hal kecil dari diriku

Ia menasehatiku untuk selalu berhati-hati

Ia selalu memastikan aku makan banyak

Tapi dari semua perhatian yang ia lakukan 

Tak ada kata suka terucap

Jadi aku mulai hilang harap

Mungkin ia hanya menganggapku sebagai seorang teman

Mungkin kebaikannya juga ia tunjukkan pada semua orang

Jadi aku mulai memberi jarak

Agar perasaan ku kepadanya tidak semakin besar

Aku takut salah mengira

Aku takut terlalu berharap banyak

Aku bahkan sering bergumam

Jika ini diteruskan, akan kemana arahnya

Tidak ada tujuan jelas

Jadi lebih baik aku perlahan pergi

Dan kini kita menjadi asing

Dengan segala kenangan yang kini menjadi usang

Paling ingin dimengerti

 Mengapa kita dituntut untuk mengerti orang lain?

sedangkan mereka sendiri tidak pernah mau mengerti

Bahkan apa pernah memikirkan perasaan kita

Apa hanya mereka yang merasa tersakiti

Apa kita adalah manusia kebal yang tidak pernah merasakan sakit

Memaafkan bukan berarti kita melupakan semua perlakuannya 

Dan menuntut untuk dirajakan karena kebaikan sesaat

Banyak luka tercipta yang masih berusaha diobati

Masih banyak bekas goresan yang perlahan mengering

Kebaikan yang sebentar tidak menjamin semua langsung sembuh

Semua perlu proses

Jangan memaksakan untuk selalu dimengerti

Tanpa berusaha mengerti dan memahami orang lain